LOKAK

MM Kharisma Palembang

Judul tersebut di atas, tentu adalah sebuah kata yang sangat akrab di telinga orang Sumatera Selatan, khususnya para penduduk aslinya. Kata ini juga akan terasa dekat maknanya bagi semua orang yang telah bermigrasi ke wilayah ini dan membaur dalam kehidupan penduduk asli Sumatera Selatan.

Ado lokak dak?”, kalimat ini sering terdengar dari orang-orang yang membutuhkan pekerjaan atau uang dengan beragam gaya pengucapan sesuai dengan bahasa ibunya masing-masing. Di lain kesempatan, sering juga terdengar dari seseorang yang memiliki informasi atau memiliki peluang yang terungkap dalam kalimat, “Nak lokak dak?(more…)

Peserta UN MTs. al-Ittifaqiah Indralaya Terbesar di SUMBAGSEL

356 santri MTs. al-Ittifaqiah mengikuti Ujian Nasional untuk tingkat SMP/MTs yang dilaksanakan secara serentak di seluruh nusantara. Saat ini jumlah santrinya hampir mencapai angka 1.000. Jumlah ini menjadikan MTs Al-Ittifaqiah yang di bawah naungan pondok pesantren al-Ittifaqiah Indralaya sebagai MTs swasta terbesar dalam kurun waktu 3 tahun terakhir se-Sumatera Bagian Selatan.

“Jauh-jauh hari kita telah menyiapkan 18 ruangan dan masing-masing 20 peserta dalam satu ruangnya”, ungkap penanggungjawab panitia yang sekaligus kepala Madrasah ustad. Firdaus, K. M.A.

“Total keseluruhan peserta UN kita sebanyak 356 santri, terdiri dari 189 putra dan 167 putra. Karena begitu banyak ruangan ujian, terpaksa kita menyiapkan 36 pengawas yang keseluruhannya berasal dari luar Al-Ittifaqiah”, tambahnya lagi.

“Alhamdulillah, tidak ada hal-hal atau kendala yang berarti baik itu pada peserta, pengawas maupun perlengkapan. Berbagai pengalaman tahun kemarin kita jadikan pengalaman,sehingga hal sekecil apapun sudah kita tanggulangi bersama rekan-rekan panitia”, jelas ketua panitia ustaz Huzairi Gunardi, S.Pd.I. saat dikonfirmasi  terkait kendala dilapangan.

“Kalau ditanya persiapan peserta, kita sudah mengadakan TO berkali-kali dan hasilnya cukup memuaskan. Kita lihat saja nanti hasil akhirnya”, kata guru bidang bahasa Arab ini disela mengantar pengawas kembali ke ruang ujian masing-masing.

Santri al-Ittifaqiah dominasi 50% Lebih Peserta TC STQ OI

 

Memasuki hari ke empat Training Centre Seleksi Tilawatil Quran (STQ) kafilah Ogan Ilir.  Suasana pembinaan dan pelatihan berlangsung kondusif. Masing-masing peserta menghadap pembina dengan penuh disiplin dan antusias.

Ustaz Agus Jaya, Lc. salah satu pembina bidang Tafsir Bahasa Arab mengatakan bahwa peserta tahun ini  sudah jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

“Pesertanya sudah banyak menguasai materi, sehingga kita hanya memolesnya saja. Kita optimis, ananda Mamluatul Hikmah dan Abdurrahman akan raih juara di STQ provinsi nanti”.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, pondok pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya tahun ini berhasil menyumbang lebih dari separuh peserta seleksi tilawatil quran kafilah Ogan Ilir yang akan berkompetisi di tingkat provinsi tepatnya tanggal 16 Mei mendatang di kabupaten Lahat.

“Alhamdulillah, Lembaga Tahfizh dan Tilawah Al-Quran (Lemtatiqi) tahun ini berhasil mengantarkan banyak santri menuju panggung pemenang, baik itu di ajang STQ/MTQ di kabupaten Ogan Ilir sendiri maupun di kab/kota lainnya”, kata kepala Humas, Ferry Heryadi, S.Pd.I.

45 Mahasiswa STITQI Seminar Proposal

 

Sebanyak 45 mahasiswa STITQI Indralaya mengikuti seminar proposal gelombang pertama tahun akademik 2014-2015. Mereka dibagi ke dalam 5 kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 9 mahasiswa dan 1 penguji.

Menurut ketua PRODI PAI ust. Akhyar Ishak pembagian tersebut untuk mempermudah mahasiswa dalam perbaikan proposal skripsi. Mereka diberikan waktu satu minggu untuk memperbaikinya.

Ayah dari tiga orang putra yang seluruhnya nyantri di al-Ittfaqiah ini menyatakan bahwa model pemberian waktu itu berguna agar mereka cekatan dan bisa secepat mungkin memperbaiki proposalnya. “Setelah perbaikan disetujui oleh penguji proposal, barulah mereka akan mendapat pembimbing skripsi”, lanjutnya.

Dia menambahkan bahwa diharapkan pada wisuda sarjana  di bulan Januari 2016 kelak, minimal 150 mahaasiswa bisa mengikuti prosesi itu. “Tentunya setelah mereka lulus munaqosah yang akan diselenggarakan di bulan Oktober dan Desember 2015 nanti.”

Berikut nama peserta dan pengujinya.

KELOMPOK : I
TEMPAT UJIAN : Lab. Komputer
SEKRETARIS : Rozikin, S.Pd.I
NO. NAMA NIM. PENGUJI
01 ROMIA 2011.01.058 Mukhyidin, M.A.
02 ETA SISKA 2011.01.020 Mukhyidin, M.A.
03 SURYANI 2011.01.069 Mukhyidin, M.A.
04 SUZANA 2011.01.071 Mukhyidin, M.A.
05 UMI WADIHATUL. L 2011.01.090 Mukhyidin, M.A.
06 RIRIN ANGGRAENI 2011.01.056 Mukhyidin, M.A.
07 JOKO SAMUDRA 2011.01.030 Mukhyidin, M.A.
08 YESI PARLENA 2011.01.081 Mukhyidin, M.A.
09 YULIA 2011.01.082 Mukhyidin, M.A.
KELOMPOK : II
TEMPAT UJIAN : Ruang Wakil Ketua STITQI
SEKRETARIS : Ahmad Ikbal, S.Pd.I
NO. NAMA NIM. PENGUJI
01 REKA NURULITA 2011.01.101 Dolla Sobari, M.Ag.
02 EKA LUTFI SAPUTRI 2011.01.016 Dolla Sobari, M.Ag.
03 IKROM 2011.01.028 Dolla Sobari, M.Ag.
04 ROZIKIN 2011.01.060 Dolla Sobari, M.Ag.
05 HJ. NUDAIRO Dolla Sobari, M.Ag.
06 YAUMI USTUFIYAH 2011.01.080 Dolla Sobari, M.Ag.
07 MAHMUDAH 2013.01.134 Dolla Sobari, M.Ag.
08 DIMYATI 2013.01.146 Dolla Sobari, M.Ag.
09 DARMAWATI 2013.01.018 Dolla Sobari, M.Ag.
 

KELOMPOK

 

: III

TEMPAT UJIAN : Ruang Kuliah
SEKRETARIS : Sueb Rizal, S.Pd.I
NO. NAMA NIM. PENGUJI
01 M. MUKHLIS Paizaluddin, M.Pd.I
02 DULI PANJULUH 2011.01.014 Paizaluddin, M.Pd.I
03 MUTMAINAH 2011.01.047 Paizaluddin, M.Pd.I
04 MUSLIHA 2011.01.045 Paizaluddin, M.Pd.I
05 LIANA AGUSTINA 2011.01.033 Paizaluddin, M.Pd.I
06 FITRIYANI 2011.01.023 Paizaluddin, M.Pd.I
07 NOVITA SARI 2011.01.049 Paizaluddin, M.Pd.I
08 EKA FRANSISKA 2011.01.015 Paizaluddin, M.Pd.I
09 TOHIRIN 2011.01.074 Paizaluddin, M.Pd.I
KELOMPOK : IV
TEMPAT UJIAN : Ruang Dosen STITQI
SEKRETARIS : Khairuddin, S.Ag
NO. NAMA NIM. PENGUJI
01 ASNAWI 2011.01.009 Syamsiar Zahrani, M.A
02 SUMARNI 2011.01.067 Syamsiar Zahrani, M.A
03 MARISHA 2011.01.091 Syamsiar Zahrani, M.A
04 RUMAISYAH 2011.01.061 Syamsiar Zahrani, M.A
05 UMI TAMIZA 2011.01.077 Syamsiar Zahrani, M.A
06 NELTI SOBARIAH Syamsiar Zahrani, M.A
07 DINI ARNILA 2011.01.097 Syamsiar Zahrani, M.A
08 NURHASANAH 2011.01.111 Syamsiar Zahrani, M.A
09 M. YUSUF Syamsiar Zahrani, M.A
KELOMPOK : V
TEMPAT UJIAN : Perpustakaan STITQI
SEKRETARIS : Hasanudin, S.Pd.I
NO. NAMA NIM. PENGUJI
01 RONA 2011.01.059 Muyasaroh, M.Pd.I
02 RODIYAH 2011.01.057 Muyasaroh, M.Pd.I
03 SUPARMAN 2012.01.071 Muyasaroh, M.Pd.I
04 ANDRINI LITA. L 2011.01.005 Muyasaroh, M.Pd.I
05 RUSMALENA 2013.01.137 Muyasaroh, M.Pd.I
06 SUMINI 2013.01.114 Muyasaroh, M.Pd.I
07 MILISAH 2011.01.041 Muyasaroh, M.Pd.I
08 ENCIS MAHARSIH 2011.01.110 Muyasaroh, M.Pd.I
09 YANTI MALASARI 2011.01.105 Muyasaroh, M.Pd.I

 

Seminar Proposal 2014-2015

bimbingan skripsi

4 hari lagi PRODI PAI STITQI akan melaksanakan seminar proposal. Menurut Nuryani, sekretaris PRODI PAI, sampai saat ini (18/04) 25 mahasiswa STITQI telah mendaftar untuk mengikuti seminar proposal yang akan dilaksanakan  pada Rabu 22 April 2015.

Beberapa mahasiswa tampak sibuk terus berusaha menghadap pembimbing untuk mengejar tenggat waktu yang telah ditentukan agar dapat mengikuti seminar tersebut. Mereka rela menggunakan waktu libur mereka di hari Sabtu untuk menghadap dosen pembimbing.

Diantara mereka bahkan ada yang bermalam di Mess PPI. Rozikin yang berasal dari Tambang Kelekar Gelumbang Muara Enim, misalnya. Namun demi target mengikuti seminar proposal dia merasa bahwa kerja kerasnya pasti sesuai dengan hasil yang akan dia dapatkan.

Baginya dan seluruh rekannya itu adalah jalan yang memang harus mereka tempuh agar dapat segera menyelesaikan studinya.

Selamat berjuang! Where there is a will there is a way.

Menatap ISIS dengan Tenang

 

 
Di luar persoalan konflik kawasan Israel-Palestina yang tak pernah usai, kini dunia dikejutkan dengan gerakan politik keagamaan baru yang tak kalah dahsyat.
Islamic State of Iraq-Syria (ISIS) kini menjadi momok baru yang menjadikan instabilitas politik Timur Tengah akan semakin lama. ISIS kini bukan hanya menguasai beberapa wilayah di Irak dan Suriah, tapi juga sudah menguasai satu wilayah di Libanon. Pertanyaannya, apa yang perlu dikhawatirkan dengan perkembangan ini? Mengapa Pemerintah Indonesia menaruh kewaspadaan tinggi terhadap persoalan ini? Dua pertanyaan ini bisa dijelaskan panjang lebar. Namun, karena keterbatasan ruangan, penulis hanya akan memberi ulasan singkat atas dua pertanyaan tersebut.ISIS dan Terorisme

Kebanyakan pengamat menilai, ISIS merupakan kelanjutan dari organisasi teroris, al- Qaeda. Ia bahkan lebih berbahaya dari al-Qaeda. Jika al-Qaeda lebih berkonsentrasi melawan Barat dengan melakukan aksi pengeboman, ISIS lebih jauh dari itu. Dengan dasar ideologi radikal yang kurang lebih sama, ISIS lebih berkonsentrasi untuk merebut dan menguasai wilayah politik.

Penguasaan wilayah politik dan memproklamirkan sebuah khilafah islamiyah yang dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi, ISIS akan lebih leluasa untuk memasarkan dan mengimplementasikan ideologi Islamnya di satu pihak dan memperkuat sumber- sumber ekonomi dengan menguasai kilang-kilang minyak di pihak lain. Dengan demikian, jika ada yang berpendapat ISIS lebih berbahaya dari al-Qaeda, ada benarnya. Namun, bagi negara-negara Barat tingkat emergencynya tentu berbeda.

Karena ISIS untuk sementara lebih berorientasi lokal, tidak menjadi ancaman langsung terhadap Barat meski dalam jangka panjang tentu akan menjadi ancaman serius bagi Barat, bukan saja soal keamanan, melainkan juga ekonomi. Apakah ISIS akan semakin memperluas wilayah kekuasaannya? Saya tidak terlalu yakin. Meskipun sebagian tentara ISIS adalah tentara profesional yang beberapa di antaranya pernah menjadi tentara andalan Saddam Husein, saya tidak yakin mereka akan mampu terus memperluas wilayah kekuasaannya.

Mereka terus mampu mempertahankan kota-kota yang sudah dikuasai saja sudah cukup baik. Ke depan saya kira ISIS akan lebih berkonsentrasi mempertahankan wilayah daripada memperluas wilayah kekuasaan. Ada beberapa alasan untuk menjelaskan hal ini. Pertama, hampir tidak ada negara di kawasan itu yang secara eksplisit memberi dukungan politik, finansial, dan persenjataan.

Pemerintah Irak, Suriah, Libanon, dan negara-negara lain di sekitarnya juga tidak akan membiarkan ISIS akan terus memperluas kekuasaannya. Kedua, negara-negara Barat juga tidak ada yang secara terbuka memberi dukungan politik pada ISIS. Sekarang ini bahkan terjadi perubahan geopolitik yang arahnya justru mempertemukan negara-negara yang selama ini saling bermusuhan. Hubungan Amerika Serikat dan Iran yang selema ini sulit bekerja sama—bahkan saling bermusuhan— mulai membuka komunikasi untuk bergandeng tangan menangkal ISIS.

AS dan Rusia yang biasanya berseberangan dalam menyikapi sejumlah persoalan di Timur Tengah tampaknya juga akan bergandengan tangan. Persoalan kekejaman Bashar al-Assad yang membantai ribuan warganya dengan dalih melumpuhkan pemberontak untuk sementara akan dilupakan. Bukan tidak mungkin, Bashar al-Assad akan mengambil keuntungan politik dari persoalan ISIS ini. Jika sebelumnya AS memusuhi Bashar al-Assad yang didukung Rusia dalam menghadapi pemberontak, sangat terbuka kemungkinan kini AS bersama-sama Rusia akan mendukung Bashar al-Assad untuk menghadapi ISIS.

Ketiga, ISIS mengklaim mewakili politik Suni. Namun, ini tidak berarti mereka bisa menyatukan seluruh kekuatan politik Suni di kawasan Arab. Alih-alih menyatukan kekuatan politik Suni secara internasional, menyatukan dalam satu kawasan saja akan sulit dilakukan. Perlawanan terhadap ISIS bukan saja dilakukan oleh penganut Syiah, melainkan juga di kalangan Suni sendiri.

Ini terjadi karena ISIS mempunyai ukuran- ukuran ke-Suni-an sendiri. Atas dasar itu, ISIS tidak akan menjadi arus mainstream politik di Timur Tengah meski memusnahkan sama sekali juga bukan hal mudah. Kelompok ini akan terus ada meski tidak akan mampu melakukan ekspansi lebih masif.

Konteks Indonesia

Pemerintah Indonesia, melalui Menkopulhukam, sudah menyampaikan bahwa ISIS merupakan gerakan berbahaya yang harus diwaspadai, bertentangan dengan Pancasila, dan tidak diizinkan berkembang di Indonesia. Kepala BNPT Ansyad Mbai juga menyatakan ISIS sebagai organisasi teroris. Tokoh-tokoh agama, baik NU, Muhammadiyah, maupun MUI juga menyatakan bahwa ISIS tidak bisa diklaim sebagai gerakan Islam, apalagi Suni, tapi tak lebih sebagai organisasi politik yang menghalalkan kekerasan.

Ada juga sejumlah kalangan yang mengusulkan pencabutan warga negara jika ada WNI yang berbaiat setia pada ISIS. Respons tersebut bisa dimaklumi karena Indonesia punya pengalaman panjang dengan persoalan kekerasan agama dan terorisme. Meski demikian, kemunculan baiat kesetiaan pada ISIS yang merebak di berbagai tempat harus disikapi dengan tenang, tidak perlu gugup, dan berlebihan. Usulan pencabutan warga negara, menurut saya, sebagai bentuk kegugupan yang berlebihan. Kelompok-kelompok masyarakat di Indonesia yang memberi dukungan kepada ISIS sebenarnya tidak terlalu besar. Sel-sel gerakannya juga akan bisa dengan cepat diungkap.

Simpul-simpulnya tidak berbeda jauh dengan gerakan radikal yang selama ini sudah diketahui. Beberapa kelompok yang selama ini dikenal radikal bahkan tidak semua menyetujui ISIS. FPI misalnya menyatakan ketidaksetujuannya dengan ISIS. Meski Abu Bakar Baasyir sebagai pimpinan Jammah Anshorut Tauhid (JAT) berbaiat pada ISIS, tidak semua komponen JAT setuju. Ponpes Ngruki yang dipimpin Abu Bakar Baasyir juga menyatakan tidak mendukung ISIS. Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) juga tidak setuju dengan ISIS meski sama-sama punya ideologi khilafah. Itu menunjukkan, dilihat dari segi dukungan, tidak perlu terlalu ditakutkan.

Baiat-baiat kesetiaan pada Khalifah ISIS Abu Bakar al-Baghdadi hanya akan menjadi gejala sesaat yang akan hilang dengan sendirinya. Namun, hal yang bisa dipastikan, pentolan-pentolan pendukung ISIS merupakan orang yang tingkat radikalisme sudah sampai di ujung, termasuk menafikan Indonesia yang negara Pancasila. Dengan demikian, persoalan ISIS ini tidak perlu dihadapi dengan berlebihan meski tetap penting memberi kewaspadaan tinggi.

Dalam kaitan ini, ada beberapa hal yang penting untuk mendapat perhatian. Pertama, dalam konteks gerakan radikal di Indonesia, ISIS hanyalah momentum untuk membangkitkan konsolidasi gerakan Islam radikal di Indonesia. Gerakan ini akan bisa membesar di Indonesia kalau terjadi instabilitas politik nasional. Sebagaimana di negeri asalnya, ISIS tumbuh dan berkembang karena ada instabilitas politik di Irak dan Suriah. Di sinilah pentingnya Indonesia tetap harus menjaga stabilitas politik pascapilpres untuk memastikan negara tetap berdiri kokoh untuk menghadapi segala bentuk ancaman. Kedua, pendukung ISIS di Indonesia bisa dipastikan adalah orang-orang yang menganggap Indonesia adalah negara kafir.

Demokrasi dan nasionalisme adalah sistem kafir. HTI sebenarnya mempunyai paham yang sama. Mereka sama-sama mengidealisasi negara khilafah, namun menempuh jalan perjuangan yang berbeda. Jika ISIS seperti dilakukan di Irak dan Suriah berjuang dengan kekerasan dan perang, HTI lebih menempuh jalan damai. Namun, keduanya sama-sama anti-Pancasila yang perlu diwaspadai. Jika ada kesempatan politik, bukan tidak mungkin HTI dan ISIS akan bekerja sama. Ketiga, hal yang perlu diwaspadai adalah ada sejumlah warga Indonesia yang dikabarkan ikut bergabung dengan ISIS di Suriah.

Sebagaimana alumni perang Afghanistan yang kemudian membentuk sel-sel teroris di Indonesia, orang-orang ini juga perlu diwaspadai. Pergerakan jaringan-jaringan ini bukan tidak mungkin akan membentuk pasukan perang di Indonesia, melakukan pelatihan-pelatihan militer di mana benih kelompok radikal seperti ini sudah ada di Indonesia.

Terakhir, saya masih yakin, masyarakat muslim Indonesia adalah masyarakat yang moderat dan sulit menerima ideologi radikal seperti ditunjukkan ISIS, namun jika tidak dibendung, virus ideologi ISIS akan bisa merasuk ke mana-mana. Inilah yang harus mendapat perhatian bersama. ●

RUMADI
Dosen FSH UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Peneliti Senior the WAHID Institute

Tulisan ini juga dimuat di Koran Sindo

Apakah Benar Wanita Itu Kurang Akalnya?  

Mungkin kita pernah mendengar hadits yang menjelaskan jika wanita itu kurang akal dan agamanya. Apa yang dimaksud dengan kalimat tersebut? Apakah itu berarti islam merendahkan wanita?

Selain itu ada juga hadis yang menyatakan bahwa wanita itu jika menghadap dalam bentuk setan, begitu pula jika berpaling (aqbalat wa adbarat fi shurotis syaithan) apakah itu benar?

Dalam hadits lainnya juga ada yang menyatakan bahwa wanita itu adalah tali temali penjerat yang dipasang setan (annisa’ haba-ilus syaithan).

Apa maksud semua hadits ini? Kok seperti begitu merendahkan wanita? Seolah wanita tak ada harganya? Seolah terjadi kontradiksi dalam teks-teks syariat sendiri.

Sebelum saya jawab kejanggalan itu, perlu sedikit saya terangkan bagaimana tata cara kita menyikapi dan memaknai sebuah teks syariat (baik Al-Qur’an atau Al-Hadis).

Memang, jika kita melihat sepintas lalu hadits-hadits tersebut – dengan kedangkalan kita terhadap ilmu bahasa dan sastra Arab – dan kekurang mampuan kita melihat teks lain yang berhubungan, maka kita langsung dengan serampangan memvonis bahwa agama Islam itu diskriminatif terhadap wanita (atau setidaknya, terlintas hal itu), Inilah yang memang selama ini praktis digunakan musuh syariat untuk menyerang Islam.

Sudah seharusnya kita harus mendudukkan masalah sesuai dengan apa yang dimaksudkan oleh Nabi Muhammad saw. Hasya wa kalla (sangat tidak mungkin) Rasulullah berbuat tidak adil pada umatnya, terutama kaum wanita.

Bahkan tidak cocok dengan biografi hidup Nabi sendiri yang begitu menyayangi kaum wanita dan mencurahkan perhatian kepada mereka secara khusus.

Siapapun yang pernah membaca biografi Nabi, pasti tahu tiga wasiat terakhir beliau menjelang wafat. Salah satunya adalah pesan khusus agar memperhatikan kaum wanita.

Oleh karena itu, tidak bisa kita mengartikan nash Qur’an dan Hadis secara tekstual / literal begitu saja, hanya melihat satu arti dari pada kalimat itu tanpa melihat dalil-dalil lain yang terkait.

Juga harus ingat bahwa dalam nash dalil ada mafhum (makna tersirat), dan ada manthuq (makna tersurat)yang saling berhubungan.

Sebab jika tidak mengerti semua hal itu, bisa terjadi kesalahpahaman yang berakibat kekeliruan menerjemahkan apa yang dimaksudkan oleh teks tersebut.

Sebagian besar mashadir tasyri’ (sumber hukum) islam itu berbentuk global yang tentunya membutuhkan penjelasan dan perincian. maka tidak bisa kita memahami syariah secara parsial, tetapi harus menyeluruh dalam satu rangkaian dan kesatuan yang utuh.

Setidaknya ada beberapa langkah yang harus ditempuh untuk memahami sebuah nash syariat. Jadi tidak bisa sembarang “semau gue” sendiri juga mengartikannya. dan dibawah ini adalah beberapa jawaban yang insyaallah bisa membantu yang masih belum paham tentang hadits tentang wanita diatas.

Nabi saw. berstatemen bahwa wanita itu kurang akal, maksudnya adalah dia tak mampu dengan begitu baik mengontrol emosinya, sebab perasaan (janib athifiy) yang lebih dominan menguasai mereka, sehingga menyebabkan keseimbangan berfikirnya (thinking balance) agak berkurang kala sisi perasaan mereka bermain.

Nabi saw. tak pernah sekalipun menyatakan bahwa wanita itu bodoh. Hal ini disebabkan standar kecerdasan manusia pada dasarnya tak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Masing-masing memiliki potensi yang sama, bahkan sangat banyak wanita yang lebih cerdas dari pria. “Kekurangan akal” tadi adalah kembali pada kontrol emosi. Tentu saja hal ini melihat makna “al-‘aqlu” itu sendiri yang tak hanya berarti kecerdasan, tapi ada pula yang bermakna kemampuan mengendalikan pikiran.

Mengenai soal kurang agama, hal yang sudah maklum, bahwa mereka saat haid, tidak diperbolehkan shalat dan puasa. Ini pun juga hanya syakli (bentuk luar) saja, karena justru sebenarnya wanita saat meninggalkan shalat atau puasa karena haid, ia justru berada dalam pelaksanaan ibadah, yaitu tunduk pada perintah Tuhannya. Bukankah jika wanita shalat dalam keadaan haid malah justru mendapat dosa?

Tentu juga sangat kontradiktif seandainya maksud Nabi bahwa wanita adalah bodoh, sementara beliau sendiri sering mengambil keputusan penting setelah bermusyawarah dengan beberapa istri beliau.

Dengan sangat jelas beliau menitipkan hampir separuh ilmunya pada Bunda Aisyah (ini salah satu rahasia kenapa Nabi menikahi Bunda Aisyah dalam usia muda).

Mengenai hadits yang menyatakan wanita kalau menghadap atau berpaling dalam bentuk setan adalah maksudnya dimanfaatkan sebagai media untuk menjerat. Bukan wanitanya itu yang setan. Tapi setan lah yang memanfaatkan wanita.

Begitu juga soal wanita adalah tali temali setan, lalu ketika ada orang terjerat kecantikan wanita lantas menyalahkan wanita, itu juga tak tepat. Sebab wanita hanya alat saja, sama halnya dengan pembunuh berpistol, kita pasti menyalahkan orangnya bukan pistolnya.

Biasanya hadits-hadits diatas dan sejenisnya seringkali dimanfaatkan oleh musuh Islam, atau oleh orang Islam sendiri yang terperdaya oleh pemikiran Barat untuk men-judge bahwa Islam adalah agama yang merampas kebebasan wanita, agama yang tak menghargai wanita.

Tentu saja orang yang tak memiliki kepahaman yang baik soal hadis-hadis tersebut akan dengan sangat mudah termakan oleh propaganda mereka.

Di samping itu, banyak pria sengaja menyalahgunakan hadits-hadits rumah tangga untuk kepentingan nafsunya, dengan dalih bahwa wanita harus 100% tunduk tanpa ada kata bantah, tanpa melihat bagaimana keadaan wanita itu (hal yang sama sekali tidak dimaksudkan oleh syariat, tapi dimodifikasi seolah-olah itu adalah dari syariat).

Sebenarnya ini hanya di antara sedikit kasus saja soal kesalahpahaman memahami nash syariat, sehingga tak sesuai dengan apa yang dimaksudkan syariat.

Akibatnya banyak kekacauan di sana sini. Dan masih sangat banyak contoh kekeliruan yang lain yang perlu diluruskan. Yang pasti kita masih butuh lebih banyak lagi untuk belajar.

Wallahu a’lam.

sumber: got-blogger.com/alawyaly

HENGKY TORNANDO DAN DANSESKOAD TNI KUNJUNGI PPI

_DSC8318

Indralaya (14/03) – Aktor kondang di era 90-an, Hengky Tornando dan Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) periode 2013-2014 Mayjen TNI. Ir. Arief Rahman, M.B.A., MM, bersama rombongan hadir dihadapan  santri di halaman  kampus pusat pondok pesantren al-Ittifaqiah Indralaya.

Sebelum memberikan motivasi kepada santri, pria bertubuh besar ini disambut langsung oleh ketua Yayasan Drs. H. Syamsul Bahri HAR didampingi oleh wakil mudir I ustaz Mukhyidin, M.A., wakil mudir II ustaz H. Joni, S.Pd.I., wakil mudir III K.H. Muhlis Mansur, kepala madrasah Tsanawiah ustaz Firdaus, M.A. dan keluarga besar lainnya.

“Selamat datang di kampus Rahmatan Lil Alamin, mohon maaf jika penyambutan dan penempatan kami kurang berkenan di hati. Terima kasih atas kehadirannya dan semoga membawa berkah serta memotivasi seluruh santri untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadahnya”, sambut wakil mudir I.

Dalam tausyiahnya, mantan pemain film terbaik dizamannya ini mengajak kepada semua santri untuk lebih mengenal dan menyakini bahwa hanya Allahlah di atas segala-galanya.

“Allah maha melihat, mendengar, mengatur dan maha segalanya. Kita harus benar-benar keluarkan kenyakinan hanya kepada Allah Swt. Kita juga jangan hanya mengakui Muhammad SAW itu rasulullah tetapi kita harus mengeluarkan kenyakinan tersebut. Caranya mudah yaitu dengan menghidupkan sunnah-sunnahnya, insyaallah kebahagiaan dunia dan akhirat dapat tercapai”.

“Tidak ada jalan lain dalam mencapai kesuksesan, kebahagiaan dan keberkahan kecuali meniru jalan Nabi Muhammad saw dengan cara menjalankan sunah-sunah beliau. Saya yakin di Ittifaqiah ini pasti mempelajari mata pelajaran ilmu hadist. Syukurilah  hal itu dengan cara mengaplikasikannya”, tambahnya.

Mayjen TNI. Arief Rahman, M.B.A., MM,  mendoakan agar semua santri dipermudah dalam mencari ilmu pengetahuan sehingga dapat memahami Islam secara sempurna. “Semoga anak-anakku dipermudah dalam mencari ilmu pengetahuan karena dengan itu kelak akan membawa kepada pemahaman agama Allah secara sempurna. Insyaallah dengan menguatkan tekad, memantapkan niat hanya untuk Allah, hidup kita akan lebih barokah”, ujarnya sembari memeluk salah satu santri.

STITQI Tatap Muka dengan Guru PAUD se-OI

Indralaya (09/03) – Dalam rangka sosialisasi dan rekruitmen mahasiswa STITQI 2015-2016, Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) STITQI Indralaya yang dikomandoi ustazah Dr. Hj. Muyasaroh, M.Pd.I. al-Hafizoh bersilaturrahim dengan guru PAUD se-kabupaten Ogan Ilir pada acara Workshop Guru PAUD se-kabupaten Ogan Ilir yang dilaksanakan di auditorium Caram Seguguk Tanjung Senai Indralaya.

 

Ketua program studi PGRA STITQI Indrlaya itu menyatakan ungkapan terima kasih kepada Bunda PAUD OI yang telah memberikan kesempatan kepada pengurus STITQI untuk melakukan presentasi dan sosialisasi terkait dengan STITQI, khususnya prodi PGRA yang baru berusia 6 bulan.

Dia juga menghimbau agar guru-guru PAUD OI yang belum bergelar strata 1 untuk bergabung bersama program studi Pendidikan Guru Roudlotul Athfal (PGRA) STITQI yang khusus mendidik calon tenaga guru TK, PAUD dan RA. Selain agar mereka dapat meningkatkan kwalitas akademisnya, hal itu juga sebagai bekal agar berhak mendapatkan tunjangan dari pemerintah dalam program sertifikasi guru.

Kegiatan yang dilaksanakan atas inisiatif ketua Penggerak PKK Ogan Ilir Hj. FAUZIAH MAWARDI, S.Pd. Istri Bupati OI tersebut menyatakan bahwa kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kwalitas tenaga pendidik PAUD se-OI. Hal itu juga terkait dengan kesuksesan program pemerintah OI dalam rangka meningkatkan kwalitas pendidikan rakyat OI sejak usia dini berupa program “Satu PAUD Satu Desa “.

Di OI sendiri saat ini terdapat 241 desa dan kelurahan dengan 309 PAUD. Pencapaian ini merupakan yang pertama di Sumatera Selatan.

 

STITQI Pertahankan Akreditasi “B”

BROSUR STITQI 2015-2016 (30cm x 21cm) luar BROSUR STITQI 2015-2016 (30cm x 21cm) dalam

 

Setelah asesmen akreditasi 6 Desember 2014 yang dilakukan dua orang asesor BAN-PT , Dr. KH. Akhyak, M.Ag., dan Dr. H. Syamsun Ni’am, M.Ag., civitas akademika STITQI Indralaya mendapatkan anugerah terindah dari Allah Swt. berupa raihan akreditasi “B”. Hal itu tertuang dalam SK BAN-PT tertanggal 29 Desember 2014 Nomor 483/SK/Akred/S/XII/2014.

Kerja keras dengan target mempertahankan akreditasi “B” terbayar sudah. “Alhamdulillah. Kita mampu memenuhi harapan seluruh alumni dan mahasiswa STITQI Indralaya untuk mempertahankan akreditasi kita dengan skor 316.” Begitulah ungkapan syukur dari ketua STITQI Indralaya ustaz Muhyidin, MA. usai memperoleh informasi dari Jakarta.

Berdasarkan surat tersebut di atas, STITQI akan menyandang akreditasi “B” hingga Desember 2019 yang akan datang. “Karena target kita sudah tercapai maka kita akan memperjuangkan target kita yang berikutnya untuk menjadikan sekolah tinggi kita sebagai institut atau perguruan tinggi”, cetus ketua STITQI optimis.